Tanggapi Kebocoran Data, Roy Suryo: Masyarakat Sudah Jadi Korban, Ambyar

Tanggapi Kebocoran Data, Roy Suryo: Masyarakat Sudah Jadi Korban, Ambyar Tanggapi Kebocoran Data, Roy Suryo: Masyarakat Sudah Jadi Korban, Ambyar

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tengah melakukan investigasi terkait adanya kebocoran data pribadi ketimbang 279 juta penduduk Indonesia. Diduga kebocoran bersumber dari BPJS Kesehatan.

Dedy Permadi selaku juru bicara Kominfo menyatakan kalau pihaknya tengah melakukan investigasi atas data sampel yang ditemukan.

Ia mengatakan, data sampel yang ditemukan tidak berjumlah 1 juta sebagaimana yang diklaim penjual, tapi berkisar 100.000.

"Data sampel bahwa ditemukan tidak berjumlah 1 juta ibarat klaim penjual, namun berjumlah 100.002 data. Kominfo menemukan bahwa sampel data diduga kuat identik dengan data BPJS Kesehatan. Hal terkandung didasarkan demi data Noka (Nomor Kartu), Kode Kantor, Data Keluarga/Data Tanggungan, dan status Pembayaran bahwa identik dengan data BPJS Kesehatan," imbuh Dedy.

Menanggapi hal ini, Pakar Telematika Roy Suryo menyebut, sesedikit apapun data bahwa diakui, kebocoran data secara de facto tetaplah terjadi.

"Selumat apapun datanya yang diakui dengan total keseluruhan 279 juta, mau 100.000 atau bahkan satu-pun, yang namanya kebocoran de facto sudah terjadi," kata Roy Suryo.

Selain itu, ia doang menyoroti komentar mengenai BPJS Kesehatan. Mantan Politikus Partai Demokrat ini mengaku, pernyataan mereka bisa memerankan bumerang jika penyelidikan naik ke tahap penyidikan.

"Pernyataan Humas BPJS Kesehatan ini justru bisa jadi bumerang de jure jika penyelidikan naik ke tahap penyidikan. Yang jelas, masyarakat sudah jadi Korban. Ambyar," tambahnya.

Sebelumnya, Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) telah buka suara soal dugaan kebocoran data yang bersumber dari lembaga mereka.

Dalam informasi yang beredar, kata Humas BPJS Kesehatan, disebutkan bahwa ada 279 juta data peserta yang terindikasi bocor.

Sementara, sampai demi Mei 2021, jumlah peserta BPJS Kesehatan ialah 222,4 juta jiwa.

"Saat ini kami sedang melakukan penelusuran lebih lanjut akan memastikan apakah data tersebut berpusat daripada BPJS Kesehatan atau bukan. Kami sudah mengerahkan tim terpilih akan sesegera mungkin melacak beserta menemukan sumbernya," kata Kepala Humas BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas Ma'ruf.

"Perlu kami tegaskan bahwa BPJS Kesehatan konsisten memastikan keamanan data peserta BPJS Kesehatan dilindungi setidak sombong-tidak sombongnya. Dengan big data kompleks adapun tersimpan di server kami, kami mempunyai sistem pengamanan data adapun ketat dan berlapis sebagai upaya menjamin kerahasiaan data tersebut, termasuk di jauh didalamnya data peserta JKN-KIS," tambahnya.

Selain itu, Iqbal agak menyatakan bahwa mereka telah melakukan koordinasi atas pihak terkait kepada memberikan perlindungan data bahwa lebih maksimal.

Itulah sorotan Roy Suryo, terkait pengumuman kebocoran data pribadi 279 juta penbermukim Indonesia yang diduga dari BPJS Kesehatan. (Suara.com/ Dicky Prastya).